<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848</id><updated>2012-02-11T06:08:22.369-08:00</updated><title type='text'>Catatan Harian Seorang Guru Matematika</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-5104742656728186506</id><published>2011-11-27T02:27:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T05:10:36.622-08:00</updated><title type='text'>Pendidikan Karakter, Mungkinkah???</title><content type='html'>Dunia pendidikan Indonesia pada tahun 2011/2012 kayaknya mempunyai program spektakuler. Program yang sangat ambisius dengan berbagai alasan normatif yang sangat diidam-idamkan oleh masyarakat luas. Berbagai pelatihan untuk pendidik dilakukan dengan materi yang 90% sama, baik di tingkat Provinsi, Kabupaten maupun tingkat sekolah (MGMP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendididkan Karakter sangat membahana di bumi Pendidikan Indonesia. Hilangnya ciri khas manusia Indonesia kayaknya mau diobati oleh para pendidik. Pendidik diharapkan dapat membentuk manusia Indonesia seperti para pendahulunya. Sebut saja Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol dan para pejuang yang GAGAH dan BERANI MATI membela negara Indonesia. Yang terakhir, Bung Karno, manusia Indonesia yang diakui kharisma di seluruh daratan bumi ini. Bung Karno dengan kalimatnya "GAYANG MALAYSIA" membikin merinding bulu kudu manusia di negeri jiran. Bung Karni dengan cita-cita, "BERIKAN AKU 10 PEMUDA, AKAN KU KUASAI DUNIA" menjadi ancaman serius bagi negara-negara yang pongah pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah terwujud harapan itu??? kayaknya masih jauh dari kenyataan, betapa tidak, masih banyak masalah moral yang belum beres di antara para pendidik sendiri. Pekerjaan sebagai "pendidik" menjadi rebutan banyak orang, sehingga berbagai cara dilakukan untuk memperoleh perkerjaan tersebut. Untuk mendapatkan "posisi" yang nyaman, diperlukan kompromi-kompromi khusus yang dilakuakn oleh oknum yang bermental BEJAT. Untuk mendapatkan pendapat yang banyak, berbagai proyek menjadi rebutan agar rekening pribadinya GENDUT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit pendidikan yang hanya mau beresnya saja dalam mengurus administrasi kepangkatannya. Dengan kepangkatan yang tinggi, dia akan menjadi "raja" baru untuk merampok dana-dana yang dikucurkan pemerintah. Mungkinkah karakter bangsa akan terwujud oleh pendidik seperti itu????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-5104742656728186506?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/5104742656728186506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/pendidikan-karakter-mungkinkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/5104742656728186506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/5104742656728186506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/pendidikan-karakter-mungkinkah.html' title='Pendidikan Karakter, Mungkinkah???'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-8060429524645580192</id><published>2011-11-24T18:20:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T04:25:19.546-08:00</updated><title type='text'>Benderanya Masih MERAH PUTIH koq....</title><content type='html'>Mau tahu Indonesia itu kayak apa? Jawabannya hanya satu, kunjungilah Indonesia seutuhnya. Kalau mau tahu Indonesia hanya melihat BALI maka akan terlihat Indonesia kaya akan budaya dengan ketentramannya. Jika mau tahu Indonesia hanya pergi ke JAKARTA, maka akan terlihat Indonesia itu (kayak) negara maju, gedung bertingkat tinggi dan megah, tetapi kemacetan dimana-mana. Tapi Jika melihat Indonesia sampai ke daearah pelosok, contoh pedalaman Kalimantan, maka akan terlihat Indonesia seperti negara-negara di Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah luas yang hanya ditumbuhi alang-alang membuat orang menempuh perjalanan di jalur itu merinding. Betapa tidak, suasana sepi dan hanya ada satu jalan saja antar saatu kota dengan kota yang lain. Jarang ada orang yang berpapasan dan jarang rumah penduduk. Jika terjadi sesuatu, maka sudah pasti bisa diterka, bantuan akan datang 2 sapai 3 jam baru datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat pertama kali melalui salah satu jalur yang seperti di atas, saya tertegun, jalan seperti kawah gunung Bromo  dan Gunung Tangkuban Perahu berjejer rapi bagaikan ada pawai kawah gunung pada saat itu. Tidak mudah seorang sopir mengendalikan kendaraannya agar penumpang bisa menikmati perjalanan. Kejenuhan demi kejenuhan akhirnya mengumpul menjadi satu, sehingga otak ini mengeluarkan pertanyaan nyeleneh, APAKAH INI MASIH WILAYAH INDONESIA? kalau IYA, APAKAH INI YANG DINAMAKAN NEGARA YANG SUDAH MERDEKA dan MENDAPAT GELAR NEGARA BERKEMBANG???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iyah..... saya yakin Presiden dan wakilnya serta manusia-manusia yang asyik duduk di kursi empuk kantor menteri dan gedung DPR belum pernah lewat jalur itu.... Satu yang meyakinkan saya bahwa jalur itu masih masuk wilayah NKRI, BENDERAnya masih MERAH PUTIH walau sudah suluh dan bagian ujungnya sudah compang-camping dimakan angin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia ku.......... maafkan aku tak bisa memberikan yang terbaik untuk mu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-8060429524645580192?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/8060429524645580192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/benderanya-masih-merah-putih-koq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/8060429524645580192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/8060429524645580192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/benderanya-masih-merah-putih-koq.html' title='Benderanya Masih MERAH PUTIH koq....'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-563418181522240689</id><published>2011-11-16T19:54:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T05:53:56.854-08:00</updated><title type='text'>Behaviorisme: Pengkondisian Bukan Pemaksaan</title><content type='html'>Salah satu teori pembelajaran adalah Behaviorisme. Teori pembelajaran kuno ini mulai terkikis oleh jaman. Seperti pada bidang politik, nasib teori ini tidak jauh berbeda. Ketika "penguasa" baru terpilih dan berkuasa, maka nasib "penguasa" yang lama tidak menentu, dihujat, atau bahkan dianggap sebagai biang keladi semua permasalahan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya teori-teori baru dalam bidang pembelajaran, Behaviorisme mulai menuai "kambing hitam" dari jegagalan pendidikan di negeri ini. Mulai dari objek penelitiannya yang menggunakan hewan sampai pada pengaplikasiaannya di lapangan yang salah oleh oknum-oknum yang mengaku ahli pendidikan/pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Behaviorisme dianggap sebagai biang keladi tidak majunya pola pikir rakyat di negeri yang telah dijajah lebih dari 350 tahun ini. Rakyat yang setiap harinya menikmati berita "pembodohan" dari media-media miskin ilmu semakin terpuruk pada landasan yang paling bawah. Sinetron pembodohan, pemberitaan kriminal yang buat merinding bulu kudu, dan berita korupsi yang bikin ngiler penikmatnya menjadi santapan setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya semua itu adalah teknik yang dilakuakn oleh para peneliti Behaviorisme. Mereka melakukan pembiasaan pada objek penelitiannya. Mereka tidak melakukan kekerasan/kriminal pada objek penelitian. Mereka tidak memberikan contoh yang membodohkan pada objek penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita memberikan teladan yang baik. siswa di sekolah hanya sekitar 3 jam saja (yang efektif), sedang mereka bisa samapi lebih dari 5 jam berada di depan televisi dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pengkondisian yang sempurna. &lt;/span&gt;Sedangkan di sekolah, siswa mendapat pemaksaan untuk menjadi manusia yang berilmu dan bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menjadi renungan semua yang peduli pada generasi penerus bangsa ke depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-563418181522240689?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/563418181522240689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/behaviorisme-pengkondisian-bukan_16.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/563418181522240689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/563418181522240689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/behaviorisme-pengkondisian-bukan_16.html' title='Behaviorisme: Pengkondisian Bukan Pemaksaan'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-3796011002140070824</id><published>2011-11-08T18:27:00.001-08:00</published><updated>2011-11-17T03:31:02.119-08:00</updated><title type='text'>Kegagahan Sang Ayam JAGO</title><content type='html'>Dalam hidup, siapa yang tidak ingin terlihat gagah dan menjadi perhatian orang lain. Banyak orang yang menghamburkan uangnya demi meraih kegagahan yang diinginkannya. Mulai dari memoles mahkota (rambut) sampai ujung kukunya. Semua dilakukan demi mendapat pujian dari orang lain. Kegagahan yang diinginkan merupakan kegagahan yang bersifat sementara alias tidak kekal. Kegagahan yang diraihnya adalah kegagahan yang dunia saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor Ayam Jago akan terlihat gagah ketika dia memiliku cengger dan jalu yang mantab. Mahkota ayam jago(cengger) yang terlihat merah merekah dan berdiri tegak bagaikan mahkota emas sang raja. Sedangkan jalunya akan nampak seperti pedang sang ksatria tanpa tanding. Bulunya terlihat mengkilap nampak seperti baju baja sang pangerang perang yang sedang bertempur di medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin seperti itulah keinginan banyak manusia biar terlihat gagah. Perbedaannya adalah ayam jago mendapatkanya tanpa perlu datang ke salon atau pusat skin care atau tempat lainnya alias GRATIS diberikan cuma-cuma oleh ALLOH SWT, Sedangkan manusia harus menghabiskan uang yang cukup banyak dalam memperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, ketika saya melihat Ayam Jago tanpa EKOR, ternyata semua kegagahan ayam jago hilang tanpa bekas. Sang ayam jago seperti ayam BANCI yang tidak bisa berbuat apa-apa (tidak bisa pergi ke SALON untuk memasang EKOR palsu). Ketika salah komponen kegagahan pada ayam jago, ternyata mengakibatkan semua komponen yang ada tidak ada artinya. Ada sebuah pelajaran yang berarti dari hilangnya EKOR ayam jago tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia hanya memperhatikan kebutuhan dunianya, maka sebetulnya dia tidaklah gagah seperti apa yang diharapkan. Masih ada kebutuhan rohani yang perlu diraih untuk mencapai kesempurnaan. Ada peringatan dalam mencapai kebutuhan rohani tersebut. JANGAN TERJERUMUS PADA TATARAN FISIK. Ketika manusia memenuhi kebutuhan rohaninya pada tataran fisik, dia akan mengalami kebosanan dalam beribadah........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara qu... Ayo selalulah belajar untuk beribadah yang benarrr....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-3796011002140070824?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/3796011002140070824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/kegagahan-sang-ayam-jago.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/3796011002140070824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/3796011002140070824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/kegagahan-sang-ayam-jago.html' title='Kegagahan Sang Ayam JAGO'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-7471580423924546370</id><published>2011-11-08T03:54:00.000-08:00</published><updated>2011-11-16T02:30:04.239-08:00</updated><title type='text'>Aliran Sesat Bermula Dari ILMU SESAT</title><content type='html'>Aliran Sesat, dua suku kata yang membuat bulukudu merinding dan tegak berdiri. Jika mendengar kata tersebut maka yang ada di benak ini adalah sekumpulan orang yang berbuat salah dalam melaksanakan "ritual" suatu agama. Aliran sesat yang akhirnya ini semarak dibahas adalah AHMADIYAH. Aliran membuat beberapa orang muslim menjadi berang karena dibikin resah dalam kehidupan beragama. Hal ini disebabkan anggota AHMADIYAH mengaku orang Islam tetapi pelaksanaan ibadahnya tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Keadaan ini menjadi kacau ketika semua diselesaikan dengan cara anarkis. Banyak korban fisik yang jatuh "bergelimpangan" karena membela masing-masing pendapatnya. Aliran yang dipimpin LIA EDEN juga merupakan aliran yang dinyatakan sesat oleh MUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur, manusia yang diberi predikat sebagai bapak liberal, menuai getahnya gara-gara pendapatnya yang dipublikasikan di media massa. Gus Dur dengan gaya santai berpendapat bahwa yang tahu sesat atau tidaknya suatu aliran ini adalah ALLOH SWT. "Gitu saja kok repot", dengan nada cuwek membuat panas dan merah telinga orang yang spaneng dalam menanggapi sesuatu. Gus Dur.... Gus Dur.... Gitu saja kok repot sih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUI yang selama ini menangani kasus ALIRAN SESAT juga menuai banyak kritikan. Banyak yang berpendapat bahwa MUI kurang sigap dalam melihat situasi yang sedang berlangsung di masyarakat. Keterlambatan MUI dalam memberikan FATWA terhadap beberapa ALIRAN SESAT yang ada mengakibatkan masyarakat mengambil tindakan sendiri dalam menangangi ALIRAN SESAT tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa penyebab timbulkan ALIRAN SESAT? tak lain adalah pemahaman dan penafsiran ilmu yang sesat. Kelebihan AKAL yang dikaruniakan oleh ALLOH SWT kepada mahluk yang bernama manusia tersebut membuat manusia leluasa dalam menafsirkan segala sesuatu. Manusia yang mengandalkan AKAL dalam perbuatannya akan terjerumus dalam keterSESATan yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja ALIRAN KORUPTOR, manusia-manusia pelaku korupsi sebetulnya telah menjadi pengikut ALIRAN yang bernama ALIRAN KORUPTOR. Aliran ini sebetulnya merupakan ALIRAN SESAT gara-gara ILMU EKONOMI yang dipelajaran dengan tujuan untuk kebaikan bersama ternyata disalahgunakan untuk kebaikan pribadi (individu) atau golongan. Akan tetapi Aliran ini tetap saja JAYA di BUMI INDONESIA ini.... Koruptor...Koruptor.... Kapan engkau akan sadar..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, hati-hatilah dengan ilmu yang sedang kita pelajari, jangan sampai kita mensesatkan ilmu yang kita pelajari...........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-7471580423924546370?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/7471580423924546370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/aliran-sesat-bermula-dari-ilmu-sesat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/7471580423924546370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/7471580423924546370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/aliran-sesat-bermula-dari-ilmu-sesat.html' title='Aliran Sesat Bermula Dari ILMU SESAT'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-1219242426889002078</id><published>2011-11-04T04:21:00.002-07:00</published><updated>2011-11-08T18:49:29.891-08:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Anak Usia TK</title><content type='html'>Ilmu bisa berasal dari aman saja, Sebut saja pengalaman saya yang satu ini. Kemarin sore, ketika saya berkunjung ke tetangga untuk minta air akan memasak, saya disambut oleh anak tetangga itu yang masih berusia sekitar 4 tahun (kalau info dari ibu, kurang dari 4 tahun). Sang anak marah-marah karena dibangunkan tidur dan disuruh mandi. Sang anak melempar yang ada didekatnya. Dapur yang bergandengan dengan tempat istirahat keluarga langsung berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah agak reda, sang Ibu mengajak bocara anaknya dengan nada menggoda, "Mang gitu yang di ajarkan guru tadi pagi ya...." kata sang Ibu. Si anak diam saja dan memainkan barang yang masih dipegangnya. Disusul oleh sang Ayah mengajak bicara si anak, "Tadi, Ais blajar menyanyi pak Joko..." kata si Ayah. TK di pedalaman ini terkenal dengan materi pelajaran yang "HEBAT". Betapa tidak, anak seusia TK telah diajarkan operasi penjumlahan dan pengurangan samapi bilangan puluhan. Padahal anak usia TK itu masih masa bermain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar anaknya diajar menyanyi, saya menjadi terkejut (aneh... sesuai yang benar malah mengejutkan, &lt;a href="http://milis-jsuwarno.blogspot.com/2009/03/lucu-atau-aneh.html"&gt;ANEH atau LUCU&lt;/a&gt;). Kembali sang Ibu menyambung pembicaraan tersebut tersebut dengan beberapa kejadian yang terjadi di TK dan dibawa ke rumah. Ternyata yang paling mengesankan bagi sang anak adalah bahasa kemarahan SANG GURU. Si anak sering menirukan gaya guru marah mempraktikkannya di rumah. Sang Ayah dan sang Ibu menjadi murid dan si anak menjadi guru yang sedang marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, ayo diam....", "Ibu.... Tangannya di atas meja", "Ayo anak-anak.... jangan ramai saja". Itulah beberapa bahasa yang sering dipraktikkan si anak di rumah. Sungguh menjadi apakah anak TK yang diajarkan dengan gaya seperti itu. Apakah itu Pendidikan Karakter dan Budaya Bangdsa yang mau di terapkan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chayo Indonesia...............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-1219242426889002078?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/1219242426889002078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/belajar-dari-anak-usia-tk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/1219242426889002078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/1219242426889002078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/belajar-dari-anak-usia-tk.html' title='Belajar Dari Anak Usia TK'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-3872893383207437758</id><published>2011-11-01T19:23:00.000-07:00</published><updated>2011-11-01T19:44:32.167-07:00</updated><title type='text'>Bahaya Western Attitude</title><content type='html'>Sudah lama saya tidak nonton acara TV (bahasanya pake "nonton acara TV" bukan "nonton TV" karena kalau nonton TV sudah tiap saat, tapi hanya TV-nya saja, g ada gambarnya). Kali ini ada kesempatan untuk menonton TV sampai pagi. Hal ini karena ada kegiatan MGPM dan ada fasilitas penginapan, TV dan listrik 24 jam (kalau dikampung listrik hanya 5 jam saja itu pun pada malam hari). Kesempatan ini tidak disia-siakan, kali ini TV malah yang nonton saya tidur. he he he he.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang miris dalam perasaan dan pikiran ini. Setiap menonton iklan yang di tayangkan oleh stasiun TV, ada hal yang sudah menjadi kebiasaan, pola pikir, dan sikap yang sama. Hal ini mungkin dianggap sudah biasa oleh penonton TV yang tidak peduli dengan sikap generasi penerusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat miris hati dan otak tersebut? Hampir setiap iklan yang muncul ada gambar ilmuwan dari negeri barat. Entah diamengaku PAKAR, DOKTER AHLI, PROFESOR, atau yang lainya. Dengan berpakaian jubah putih dan gaya yang meyakinkan, mereka menjelaskan kelebihan produknya dilengkapi dengan logat bahasa Indonesia "pelo".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kira-kira imbas bagi generasi muda? sikap pesimis untuk menjadi ilmuan. Muncul pola pikir "mengapa yang muncul di iklan hanya ahli-ahli dari barat? bukan orang Indonesia? berarti orang Indonesia tidak (belum) mampu untuk menjadi seorang ahli/ilmuwan?". Generasi penerus akhirnya akan menjadi penikmat produk-produk yang ditawarkan (memeng itu yang menjadi harapan produser produk tersebut). Mereka akan meremehkan produk Indonesia yang tidak memakai tenaga ahli dari barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran berbagai orang-orang terkemuka di negara ini akan menjadi sia-sia lagi. Padahal UKM yang ada di Indonesia cenderung menggunakan tenaga ahli dari dalam negeri dengan produk 100% asli Indonesia. Generasi penerus akan menjadi orang yang terjajah oleh iklan-iklan tersebut, padahal belum ada KEPASTIAN bahwa ahli yang ada di iklan tersebut adalah benar-benar seorang AHLI atau hanya seorang artis iklan yang dibayar untuk memerankan seorang AHLI dalam bidang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYO..................KITA PASTI BISA.............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-3872893383207437758?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/3872893383207437758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/bahaya-western-attitude.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/3872893383207437758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/3872893383207437758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/11/bahaya-western-attitude.html' title='Bahaya Western Attitude'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-4837152679494609549</id><published>2011-10-31T19:15:00.000-07:00</published><updated>2011-11-10T03:47:28.872-08:00</updated><title type='text'>Mencari Ide Menulis Karya Ilmiah</title><content type='html'>Kewajiban guru pada akhir-akhir ini semakin berat. Guru diwajibkan untuk membuat karya tulis ilmiah. Karya ilmiah bisa berupa hasil penulisan, artikel, resume, atau kajian kritis. Kewajiban ini harus bisa dikuasai oleh guru mulai sekarang karena pada tahun 2013 aturan ini sudah diterapkan. Tuntutan ini membuat kelabakan sebagai besar guru, terutama guru yang sudah menerima predikat guru berSERTIFIKAT. Guru yang "terpaksa" menerima predikat tersebut mencari cara bagaimana membuat karya ilmiah yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah cara mudah? Banyak widyaiswara (WI) yang mengajarkan untuk membuat karya ilmiah dengan melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). PTK yang adopsi dari negara luar tersebut diterjamahkan dalam berbagai versi, sehingga antara satu WI dengan WI yang lain bisa saja berbeda penyampaian dan pemahamannya. PTK menjadi ujung tombak guru dalam meningkat profesionalismenya dalam memberikan pengalaman pada siswa-siswanya. Akan tetapi, "pengagungan terhadap PTK menjadi bumerang bagi pemahaman guru. Guru berpendapat bahwa PTK adalah satu-satunya cara untuk membuat karya ilmiah dan meningkatkan profesionalimenya. Hal ini seharus sudah bisa dideteksi oleh para pengembang keprofesionalismean guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk daerah pedalaman seperti tempat tinggal penulis, membuat PTK mengalami beberapa hambatan. Hambatan yang paling utama adalah buku sumber atau literatur atau daftar pustaka untuk kajian pustaka dan memperkuat topik penelitian. Minimnya buku "bergizi" yang beredar di daerah pedalaman, seharusnya menjadi kajian bagi pemerintah dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru. Jika hal ini ditanyakan kepada instruktur, maka jawabannya adalah MEMANFAATKAN INTERNET. Akan tetapi jawaban tersebut tidak memuaskan, hal ini disebabkan informasi di internet masih perlu dipertanyakan. Banyak sumber di internet yang belum valid karena isinya yang masih asal-asalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambatan ini menjadi penyebab hambatan pokok manusia yang profesional, yaitu mencari ide tema yang akan dibuat karya ilmiah. Ide akan muncul jika seseorang sudah mempunyai banyak informasi baik yang diperoleh dari membaca atau dari pengalaman pribadinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo perbanyak infomasi agar IDE MENULIS KARYA ILMIAH mudah didapat!!!!!!!!.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-4837152679494609549?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/4837152679494609549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/10/mencari-ide-menulis-karya-ilmiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/4837152679494609549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/4837152679494609549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/10/mencari-ide-menulis-karya-ilmiah.html' title='Mencari Ide Menulis Karya Ilmiah'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-8413205118365060403</id><published>2011-10-30T19:06:00.000-07:00</published><updated>2011-10-30T19:17:41.622-07:00</updated><title type='text'>Metode CERAMAH Masih Nomor 1</title><content type='html'>Berbagi pembaharuan dalam dunia pendidikan akhir-akhir ini dilancarkan dengan dahsyatnya. Mulai dari calon guru (mahasiswa Kependidikan) samapi dengan guru senior dilatih untuk menjadi tenaga pendidik yang PROFESIONAL. Pendidikan dan latihan menjadi ajang proyek para pembicara dan para pesertanya. Sedangkan hasil yang dibawa  pulang hanyalah sekitar 10% saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menagapa hanay 10%? Setiap mengikuti pendidikan dan/atau pelatihan, setiap ada pertanyaan terkait dengan kebijakan pihak dinas maupun sekolah (KS), maka jawaban yang diberikan adalah itu tergantung pada pimpinan yang bersangkutan. Hal ini memperlihatkan bahwa masih banyak missconception maupun misscomunication yang ada antara keidealan dengan pelaksanaan di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih parah lagi, sejak lama mahasiswa kependidikan maupun guru dicekoki berbagai metode pembelajaran yang kabarnya konstruktivis, lebih modern dan lebih yahuiiiiiiiiiiii.......... Akan tetapi, pada pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pembicara hampir 100% menyampaikan materinya dengan metode caramah, yang kabarnya merupakan metode pembelajaran kuno, kadaluarsa, dan sudah tidak layak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu 30 menit, mata ini sudah mau tertutup saja.... MAAF kan pak guru ini anak ku.......... Saya telah membuat sekolah seakan-akan tempat untuk tidur saja.... semoga saya bisa mengaplikasikan ilmu yang saya dapat dari pematari yang tidak konsisten ini.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-8413205118365060403?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/8413205118365060403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/10/metode-ceramah-masih-nomor-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/8413205118365060403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/8413205118365060403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/10/metode-ceramah-masih-nomor-1.html' title='Metode CERAMAH Masih Nomor 1'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-6817349289116046114</id><published>2011-10-28T05:01:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T19:50:49.257-07:00</updated><title type='text'>Belajar Untuk BERKOMPROMI</title><content type='html'>Salah satu syarat wajib untuk menduduki kursi "empuk" bagian fungsional dalam setiap "organisasi" adalah masa bakti dalam waktu tertentu. Aliran pikiran positif berpendapat bahwa dengan masa bakti tertentu tersebut, colan fungsionaris tersebut telah mendapat ilmu yang layak untuk menjadi orang-orang penting. Modal "ilmu" tersebut akan menjadi jaminan bagi keberlangsungan dan kemajuan organisasi. Ilmu atau berbagai pengalaman yang telah di dapat selama masa bakti menunjukkan keloyalan terhadap organiasi dan memberikan kepercayaan banyak orang untuk memilih "dia" menjadi seorang pengurus/fungsionaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran pikiran negatif berpendapat bahwa masa bakti memberikan kesempatan kepada calon fungsionaris untuk mendapat "ilmu yang tidak beres". Memang pada kenyataannya, berbagai ilmu bersliweran di sekitar kita. Entah itu ilmu yang baik maupun ilmu yang tidak baik. Apa ilmu tidak beres yang telah diperlajari dalam masa baktinya? Ilmu BERKOMPROMI. Ilmu ini menjadikan organisasi seakan-akan maju tetapi sebenarnya lemah. Lihatlah organisasi yang bernama Republik Indonesia ketika dipeagang pemimpin oleh pemimpin bernama SOEHARTO. Organisasi tersebut terlihat berkembang bahkan sudah maju, akan tetapi setelah sang pimpinan turun, bayi yang belum lahir saja sudah menanggung hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam organisasi yang lebih kecil, ilmu BERKOMPROmi harus dikuasai dengan baik. Jika tidak menguasai ilmu terbut, maka akibat yang fatal siap menghempas organisasi yang dipimpinnya. Ilmu kompromi yang paling dahsyat dalam bidang keuangan. Dalam era kapitalis ini, uang sudah menjadi segalanya. Uang bisa menjadi pelicin lantai, uang bisa jadi sumpal mulut, uang bisa mengobati mata merah menjadi mata berwarna hijau. Uang juga bisa jadi badai salju, bisa jadi gelombang tsunami atau menjadi lahar panas dari gunung nomor satu di dunia yang meletus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat yang di bawah ini yag menerima ampasnya. Semua sudah dikompromikan dan semuanya telah habis tinggal ampasnya. Hanya Ikhlas Beramal saja yang menjadi dasar mereka untuk menerima semua........ Semoga semuanya BAROKAH.... walau telah tinggal ampasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-6817349289116046114?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/6817349289116046114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/10/belajar-untuk-berkompromi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/6817349289116046114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/6817349289116046114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/10/belajar-untuk-berkompromi.html' title='Belajar Untuk BERKOMPROMI'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-5544420558371688596</id><published>2011-08-13T17:43:00.000-07:00</published><updated>2011-08-13T19:02:25.392-07:00</updated><title type='text'>Generasi "bukan bang toyyib"</title><content type='html'>Beberapa hari lalu saya melakukan perjalanan dari kota Malang ke kota Probolinggo. Karena keadaan memungkinkan untuk naek bis biasa (he he he... kok malah bis biasa dari pada bis PATAS?), maka saya milih bis biasa tarip biasa dengan fasilitas lumayan. Apa maksud dari kondisi menungkinkan itu? ya, saya milih bis biasa karena keadaan penumpang tidak terlalu rame dan saya lebih suka bis biasa karena saya pasti dapat banyak ILMU dalam perjalanan. Dalam bis biasa, biasa saya dapat ilmu dari penumpang lain, berbeda dengan bis PATAS yang cenderung individual dan tidur nyenyak di kursi yang empuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat melewati pasar LAWANG, ada anak kecil yang berdiri di samping saya. Kondisi anak itu kurang terawat, terlihat rambutnya kusut dan wajahnya belepotan dengan kotoran debuyang menempel. Setelah melihat secara seksama, baru saya tahu kalao anak itu ada seorang pengamen. Iya......... pengamen sekita usia 4-5 tahun. SUBHANALLOOOH.... Otak saya berpikir dan menganalisis jauh untuk menebak-nebak bagaimana kondisi anak ini besok dan bagaimana nasih negara ini jika generasi kecilnya sudah menjadi pengamen sejak usia dini (BALITA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunan saya buyar ketika balita tersebut sampai pada bait:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;sudah tunggu saja diriku di rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;jangan marah-marah, duduk yang manis ya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;aku lagi sibuk sayang, aku lagi kerja sayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;untuk membeli beras dan sebongkah berlian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waowwwww..... seandainya dia tau makna dari lirik tersebut, pasti dia akan mikir....&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Sudahkah waktunya untuk ku bertanggung jawab membeli beras untuk makan?&lt;/span&gt; Begitu pun seandainya ada pegawai pemerintah yang bekerja di bagian DINAS SOSIAL, pasti dia kan meneteskan AIR MATANYA mendengar kata-kata tersebut keluar dari seorang BALITA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara dengan pengucapan kata-kata yang di pas untuk didengar ters mengalir tanpa hambatan. pikiran ini juga terus mengalir, tetapi tak ada solusi yang diperoleh. Hanya doa yang bisa diucapkan oleh suara lirih dalam dada.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semua akan berjalan baik-baik saja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-5544420558371688596?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/5544420558371688596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/08/generasi-bukan-bang-toyyib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/5544420558371688596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/5544420558371688596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/08/generasi-bukan-bang-toyyib.html' title='Generasi &quot;bukan bang toyyib&quot;'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-4258419795671516095</id><published>2011-06-09T08:59:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T09:11:32.376-07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih....</title><content type='html'>Alhamdulillahhhh... kata ini identik dengan ucapan terima kasih seorang hamba kepada Sang Khaliq. Benar kah pernyataan saya ini???? Saya pribadi kurang tahu, yang jelas ucapan itu mengalir begitu saja ketika saya mendapat sesuai yang menurut saya baik. Tetapi ketika saya mendapat sesuatu yang kurang baik, secara samar-samar saya masih mengucapkan Alhamdulillah, tetapi dalam dada ini masih ada yang mengganjal???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mengganjal??? adakan kayu balok atau batu yang menghalangi ucapan saya tadi biar bisa mengalir seperti air yang melewati selang??? saya juga nggak tahu, apa yang mengganjal itu. Yang jelas ganjalan itu cukup untuk membuat diri saya menjadi nggak enak badan, panas-dingin; senyum yang cemberut; tegak tapi sebetulnya layu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kalau saya berterima kasih sesama hamba. Ucapan itu pasti mengalir dengan aliran yang sangat deras. Kalau pun ada ganjalan, maka umpatan lah yang akan mengalir dengan deras. Umpatan yang membikin dada ini semakin bergetar seperti diguncang oleh gelom tsunami maha dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah berterima kasih yang benar? Ketika yang mendapat kata itu dari hamba yang lain, saya merasa di atas awang-awang, terbang ringan bersama awan putih yang selalu terlihat ceria. Terkadang terbang bersama, terkadang berlarian saling kejar tuk menikmati kebebasan yang diberikan Sang Khaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang terjadi???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-4258419795671516095?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/4258419795671516095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/06/terima-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/4258419795671516095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/4258419795671516095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/06/terima-kasih.html' title='Terima Kasih....'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-6930320050908817714</id><published>2011-05-24T12:50:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T08:59:36.580-07:00</updated><title type='text'>Kiamat 20 - 12 - 2012 Menggunakan Hitungan Matematika</title><content type='html'>Ada-ada saja topik untuk menyegarkan urat mata malam ini. Disaat browsing tentang karya ilmiah matematika, berbagai situs berebutan untuk menampakkan diri dan meminta untuk di pijet (baca: klik). Tak ayal lagi, mata yang sudah tinggal 7,5 watt ini dipaksa untuk melakukan kontraksi sampai 60 watt (menurut informasi 60 watt ukuran normal untuk mata yang sedang dipakai belajar). Berbagai bahasa pun muncul sampai otak ini bingung memilih dan memilah huruf untuk dirangkai menjadi kata-kata yang penuh makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu (masih bulan Mei 2011) saya dihubungi oleh teman dari tanah seberang sana (pulo Borneo) melalui sms. Dia bertanya, "Pak, gimana hitungan kiamat tanggal 20-12-2012 menggunakan rumus Matematika?". Karena teman ini sukanya usil sama teman yang lagi menikmati kebahagian, saya jawab aja dengan sekedarnya, biar dianggap masih memperhatikan teman yang lagi ada di pedalaman hutan tropis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dia memaksa saya untuk menjawab pertanyaannya. Langsung saja saya jawab "tambahkan aja bilangan 1 sampai dengan 2012, nanti sampean dapat angka ajaib." Ternyata dia masih tidak puas juga. Akhirnya saya biarin aja sms-nya, tidak saya jawab. Beberapa menit kemudian datang lagi sms ke HP saya. Ternyata murid saya mengirim SMS dengan pertanyaan yang sama. Sang murid memang terkenal pandai dalam berhitung. Nasibnya lebih tragis lagi, sms murid tersebut tidak saya gubris sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini (tepatnya dini hari kali yach...) saya mendapat video youtube yang menjelaskan perhitungan kiamat menggunakan rumus "matematika" dan diperoleh tanggal 20-12-2012. Kata matematika saya kasih tanda petik karena saya belum pernah menemukan rumus aneh tersebut. Beberapa keanehan (mungkin ketidakkonsistenan atau malah ketidakvalidan) rumus tersebut adalah :&lt;br /&gt;1. mengapa n = 0? jika n = 0 akibatnya 0 pangkat 0 hasilnya adalah tidak terdefinisikan,sehingga tidak akan menghasilkan apa-apa, sedangkan pada video tersebut 0 pangkat 0 hasilnya 1 (salah)&lt;br /&gt;2. bagaimana jika n = 1; n = 2; n = 3; atau untuk n yang lainnya? ==&gt;&gt; akan diperoleh tanggal dan tahun yang berbeda-beda, apakah kiamat akan terjadi beberapa kali?&lt;br /&gt;3. pada hitung tersebut, tepatnya pada baris ketiga, secara tiba-tiba muncul 9 sebagai pembagi 20122012, mengapa bisa seperti itu? mengapa tidak dibagi 2, 3, 4, atau 7 atau berapalah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kurang tahu apakah pembuat video tersebut sudah paham akan aturan-aturan yang ada pada MATEMATIKA atau hanya sekedar mencari sensasi saja. Banyak kejanggalan-kejanggalan yang tidak bisa saya tuliskan tetapi bisa saya sampaikan secara lisan, dan hal ini tidak mungkin di blog saya sangat sederhana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu keyakinan saya, Kiamat urusan ALLOH, kita sebagai hamba hanya bisa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nrimo.&lt;/span&gt; Yang penasaran dengan video tersebut silahkan cari menggunakan bantuan abah GOOGLE dengan kata kunci kiamat-2012. Selamat pagi Indonesia ku....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-6930320050908817714?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/6930320050908817714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/05/kiamat-20-12-2012-menggunakan-hitungan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/6930320050908817714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/6930320050908817714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/05/kiamat-20-12-2012-menggunakan-hitungan.html' title='Kiamat 20 - 12 - 2012 Menggunakan Hitungan Matematika'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-7598758641445118511</id><published>2011-05-24T06:46:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T07:36:13.825-07:00</updated><title type='text'>Catatan dari MTD (Malang Tempo Doeloe) VI - 2011</title><content type='html'>Udah 6 tahun acara akbar kota Malang ini diadakan. Malang Tempo Doeloe merupakan acara tahunan yang akan selalu yang akan didambakan oleh setiap pencinta acara jadul. Betapa tidak, acara yang menyajikan kisah-kisah kalsik jaman dulu mempunyai kesan tersendiri. Dari makanan, minuman, sajian, pertunjukkan, pakaian,.... pokok e semuanya deh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kurang tahu, MTD keberapakah saya tidak hadir untuk meramaikan acara kabar kota Malang ini. Yang jelas pada edisi ke-6 ini, saya "terpaksa" datang utnuk mencicipin nuasa klasik Indonesia. Saya diajak murid-murid SMA Surya Buana untuk bersama-sama hadir dan mencari sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal lagi..... ada sesuatu yang menggetarkan hati ini. Nggak tau apa itu.... Semua terasa mengalir mengikuti aliran darah ke seluruh tubuh. Tak terasa, aliran itu berlanjut ke aliran air mata. Saya sendiri kaget, ada dengan saya???? Saya menjadi ingat teman-teman seperjuangan yang ada di pulo sebrang sana, pulo Borneo. Sejak saya pulang tanggal 7 Mei 2011 kemarin, saya mendapat kabar kalau listrik desa mati dan kampung menjadi gelap gulita. Melihat lampu teplok yang dinyalakan oleh beberapa stand (stand ESIA, yang saya lihat udah nyala), saya tambah haru dengan teman-teman di Desa Terawan, Kab. Seruyan, Kalteng. Ternyata di Malang kejadian ini terjadi pada jaman dulu, pada kenyataannya, di bumi pertiwi yang lain, masih terjadi pada abad ke-21 ini, tepatnya tahun 2011. Jamannya sudah Android n Ipod n Ipad....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melewati salah satu panggung pertunjukkan, beberapa anak muda dengan berbagai model pakaian, melakukan tarian dan melatih pengunjung yang mau tahu tarian tersebut. Tarian tersebut saya lihat seperti tarian dari tanah Arab. Teringat otak pada kejadian-kejadian yang dialami kang A. Fuadi ketika menuju Kanada. Bertambahlah rasa haru itu dalam dada ini. Emmmmm............ mengapa jadi kayak gini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika MTD-MTD sebelumnya, semua saya rasakan dengan sukacita. Ada sebuah kebanggaan yang menyatakan bahwa sekarang Indonesia sudah MERDEKA dan ada pernyataan, "goodbye jaman dulu, semua kesusahan mu g akan pernah aqu rasakan di jaman yang sudah berperadaban ini". Tetapi ternyata tidak, Indonesia belum merdeka seutuhnya. Kemerdekaan Indonesia masih parsial dan perlu usaha keras agar kemerdekaan seutuhnya bisa tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakan yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia seutuhnya??? yang jelas tidak mungkin orang-orang yang memikirkan bagaimana cara mengeruk uang negara demi mengisi saldo-saldo tabungan/deposito mereka. Baik pihak pemerintah maupun dewan tidak ada niatan baik untuk kemerdekaan Indonesia seutuhnya. Hanya segelintir orang yang mau berjuang, yang notabene, mereka orang-orang kecil yang tidak punya suara secara nasional... Kapan Indonesia Merdeka Seutuhnya??? bandingkan aja dengan MTD, kalau masih ada wilayah Indonesia yang kayak MTD, berarti Indonosia belum MERDEKA....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-7598758641445118511?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/7598758641445118511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/05/catatan-dari-mtd-malang-tempo-doeloe-vi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/7598758641445118511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/7598758641445118511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/05/catatan-dari-mtd-malang-tempo-doeloe-vi.html' title='Catatan dari MTD (Malang Tempo Doeloe) VI - 2011'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-3820787611471730743</id><published>2011-05-20T01:57:00.000-07:00</published><updated>2011-05-20T02:12:40.502-07:00</updated><title type='text'>Rusaknya Pembelajaran Matematika Di Sekolah</title><content type='html'>Matematika merupakan pelajaran yang melatih nalar berpikir orang yang mempelajarinya. Bagaimana jika nalar itu tidak dimiliki setelah belajar? Jawaban yang jelas dan pasti adalah orang tersebut belum berhasil dalam belajar matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kelas, seorang guru seharusnya mampu menjadi fasilitator bagi siswanya untuk berlatih nalarnya. Sudah bukan jamannya lagi seorang guru hanya memberikan latihan soal tanpa makna (tidak melatih nalar siswa). Dengan demikian siswa akan benar-benar menjadi manusia yang siap bersaing dalam era globalisasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus nalar? Iwan Pranoto, dosen Matematika IPB menjelaskan bahwa tim gabungan antara Departemen Tenaga Kerja AS, Massachussets Institute of Technology (MIT), dan Universitas Harvard, melakukan sebuah studi bersama untuk memahami kebutuhan kecakapan untuk masa depan. Peneliti Richard Murnane (Guru Besar Bidang Pendidikan Universitas Harvard) dan Frank Levy (Guru Besar Ekonomi Urban MIT) mendata kecakapan-kecakapan mana yang memiliki kecenderungan meningkat dan menurun kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kecakapan mental yang memiliki kecenderungan kebutuhan meningkat paling besar adalah expert thinking. Kecakapan mental expert thinking ini tepatnya adalah kecakapan memecahkan masalah yang belum ada jawabnya berdasarkan aturan atau rule-based solutions. Ini adalah jenis kecakapan mental untuk memecahkan masalah yang belum ada rumus pintas untuk menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna menumbuhkan kecakapan mental itulah, peran pembelajaran Matematika di abad ke-21 menjadi sangat penting. Melalui pembelajaran Matematika di sekolah, kita juga berharap anak-anak kita menyuburkan sikap yang mendukung expert thinking, seperti tak gampang menyerah, gigih, menikmati proses pemecahan masalah, ingin tahu, percaya diri dalam bermatematika, senantiasa mencari alternatif penyelesaian, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kecakapan yang memiliki kecenderungan penurunan kebutuhannya paling drastis adalah routine cognitive tasks. Ini adalah jenis kecakapan mental yang sangat jelas aturannya. Biasanya, aturannya sudah dapat dijabarkan dengan diagram alir if-then-else atau jika-maka-jika tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hasil penelitian tersebut akan hancur jika tingkat pemahaman siswa hanya diukur dengan nilai yang diperoleh dari UN. Soal UN sudah nyata terlihat adalah soal-soal kognitif rutin hanya akan membentuk generasi dengan pola nalar yang MANDUL. kemandulan ini disebabkan karena mereka hanya kan menunggu contoh dan mengerjakan soal-soal sesuai dengan contoh yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo bapak/Ibu guru matematika..... ubahlah cara memfasiltasi siswa belajar matematika di kelas. Mereka akan hidup pada jaman yang penuh tantangan, berbeda dengan kita yang sudah akan menjadi penikmat saja. Meraka memerlukan ilmu bagaimana memecahkan masalah yang mereka hadapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHAYOOOO... matematika......&lt;br /&gt;CHAYOOOO... nalar anak bangsa.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-3820787611471730743?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/3820787611471730743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/05/rusaknya-pembelajaran-matematika-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/3820787611471730743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/3820787611471730743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/05/rusaknya-pembelajaran-matematika-di.html' title='Rusaknya Pembelajaran Matematika Di Sekolah'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-5028487728988907363</id><published>2011-04-20T02:16:00.001-07:00</published><updated>2011-04-20T02:22:52.392-07:00</updated><title type='text'>Siswa Takut Salah Ngerjakan Soal, Tidak Takut Melanggar Ajaran Agama</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu, saya mengajar di kelas yang sangt special. Dikatakan special karena kelas ini hanya terdiri dari siswa, 5 putri dan 4 putra. Dari keempat siswa putra tersebut, 3 siswanya rajin tidak masuk kelas (bahkan yang satu kabarnya sudah keluar). Walaupun sering tidak masuk sekolah, mereka masih dekat dengan saya. Saya tidak mempermasalahkan mereka masuk atau tidak. Hal ini saya lakukan sebagai pendekatan saya dengan mereka. Biarlah mereka tidak suka dengan matematika, tapi masih mau ngobrol dengan guru matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran matematika merupakan pelajaran “luar angkasa” di lingkungan tempat saya belajar. Tidak ada gambaran sama sekali dalam benak siswa saya, palajaran apa matematika itu? Mereka menganggap untuk bisa matematika mereka harus terbang dulu ke angkasa. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi buat kita yang tinggal di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu, saya memberikan soal tentang limit tak hingga suatu fungsi. Soal yang sudah menjadi PR tersebut akan dibahas pada kesempatan kali itu. Dengan kondisi siswa yang menganggap matematika adalah pelajaran luar angkasa, bisa dipastikan, tidak satu pun siswa yang maju untuk mengerjakan di papan tulis. Walaupun begitu, saya msih bersyukur karena semua siswa (8 orang) masuk semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua saling menunjuk, saya diam saja. Perbuatan biasa bagi orang-orang yang tidak bisa. Saya dekati satu-satu persatu siswa saya. Perilaku yang pasti dilakukan adalah menutup buku mereka seraya berkata “tidak bisa pak....”. Kebiasaan siswa di Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung duduk di belakang, satu baris dengan 2 siswa yang rajin tidak masuk sekolah tersebut (dua siswa tersebut duduk satu bangku). Saya biarkan mereka pada kebingungan. Mucul suara dari siswa yang duduk di samping saya. “Pak, saya maju yach”, kata suara itu. “Maju aja”, jawabku. “Nanti salah”, balasnya. “Mang sapa yang nyalahkan”, kataku. “Ya....(diam) takut salah pak” jawabnya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari percakan yang singkat tersebut, otakku seraya memperolehbahan renungan. Mengapa dia takut salah dalam ngerjakan soal? Mengapa dia tidak takut ALLOH kalau dia mabuk? Dia sering mabuk, sudah terkenal satu kampung. Bahwa anak-anak itu kalau tidak masuk sekolah, biasanya melakukan “pesta” meriah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INIKAH HASIL PENDIDIKAN YANG SAYA BERIKAN? Inilah renungan terakhir saya. Anak-nak takut salah dalam ngerjakan soal, tetapi mereka tidak takut dalam berbuat salah dalam kehidupan. Mereka takut kepada gurunya, tetapi tidak takut sama ALLOH. Mereka malu kepada teman-temannya jika salah ngerjakan soal, tapi tidak malu kepada ALLOH yang selalu mengawasinya setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallooh.... saya belum bisa menjawabnya semua. Semoga aja waktu membantu saya dalam menjawab renungan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-5028487728988907363?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/5028487728988907363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/04/siswa-takut-salah-ngerjakan-soal-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/5028487728988907363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/5028487728988907363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2011/04/siswa-takut-salah-ngerjakan-soal-tidak.html' title='Siswa Takut Salah Ngerjakan Soal, Tidak Takut Melanggar Ajaran Agama'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-7590671854206112611</id><published>2010-10-07T04:42:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T05:44:15.761-07:00</updated><title type='text'>Kurikulum qu Apa Sekarang???</title><content type='html'>Sudah banyak terdengar kabar kalau KTSP akan diganti dengan kurikulum yang baru. Kira-kira Kurikulum baru itu apa namanya??? Apa bedanya??? Kayak apa tebalnya??? sapa yang tanda tangan???... Wah jadi nyeleneh nih.... Sebetulnya yang menjadi pikiran itu KONTEN kurikulum baru itu berbeda nggak dengan KTSP???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kl misalnya KONTENnya berbeda, terus pelaksanaannya di daerah kayak apa??? apa sama saja kayak biasa-biasanya. yang penting dapat PROYEK pelatihan kurikulum baru, para pelatih akan mengagung-ngagungkan kurikulum baru itu, dan menceritakan kelemahan KTSP....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ughhhh... Indonesia-Indonesia... Kapan akan bener-bener membela RAKYATnya yachhh.... Kalau kita menilik cerita LARKAR PELANGI, sebetulnya sekolah itu pake kurikulum apa to???? Biaya pendidikan di sekolah itu berapa to???? begitu juga kalo kita mbaca novel NEGERI 5 MENARA, Kurikulum apa sih yang dipake??? gurunya udah dapat pelatihan kurikulum dari mana saja yach???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi heran.... perlukah pendidikan keguruan itu????...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya tahun pelajarannya 2010/2011 ini akan diberlakukan kurikulum berbasis &lt;a href="http://mts-mijan.info/index.php/2009/11/kurikulum-2010-211-berbasis-kewirausahaan/"&gt;KEWIRAUSAHAAN,&lt;/a&gt; tetapipada tahun 2011 nanti akan diberlakukan kurikulum &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/10/04/184819/1455396/10/pendidikan-antikorupsi-masuk-kurikulum-2011"&gt;ANTIKORUPSI&lt;/a&gt;.... wah wah wah.... Yang bener yang mana nih???? gimana bapakdan ibu guru??? sudah siapkah anda menerima tips dari pelatihan-pelatihan kurikulum baru itu???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqu g bisa komentar lebih banyak lagi, tapi saya mau menceritakan bahwa ketika saya "bermain" tanah BORNEO, temen yang sudah lama di tinggal di sana bercerita bahwa ketika desa ditempat tinggalnya mau memberi nama jalan, ada yang berinsiatif untuk memberi nama JALAN KORUPSI, JALAN KOLUSI, dan JALAN NEPOTISME. Ketika ditanya oleh teman, apa arti KORUPSI, KOLUSI, dan NEPOTISME, orang yang punya inisiatif itu menjawab "itu lo... KKN... yang sering keluar beritanya di TV".... ha ha ha... kepala temen qu geleng-geleng aja... ternyata orang itu hanya tau dari TV kl bahasa itu sering diucapkan pembawa berita di TV, sedangkan artinya sendiri, dia g tahu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Indonesia, pengennya yang ngeternd-ngetrend aja.... padahal g tau apa makna dari kengetrend-an itu sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi, beberapa waktu yang lalu.... Pemerintah menggalakkan pendidikan berbasis multikultur.... wuih...... asyik juga tu namanya.... Aqu sempat iri sama teman yang ikut pelatihan itu,,, ternyata setelah pulang dari pelatihan aqu liat pelaksanaanya hanya begitu (maav,,,, g meremehkan, tetapi emang seperti itu adanya) ilmu itu hanya berlangsung beberapa saat aja. Setelah itu, guru itu sibuk dengan dril soal tuk ujian nasional dan ujian semester murid-muridnya. Begitu juga dengan pendidikan berbasis multi-intelgensi.... bingung aqu mau komentar hal ini karena belum dapet ilmunya sudah ada pelatihan pendidikan berbasis KARAKTER... eeeeehhhh... belum juga dapet ilmunya sudah mau pendidikan pendidikan berbasis ANTIKORUPSI.... kenapa siswanya diajarin antikorupsi hanya beberapa jam saja di sekolah, sedangkan mereka belajar korupsi lebih lama di luar sekolah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan hukuman MATI untuk KORUPTOR akan dilaksanakan??? Itulah pendidikan ANTIKORUPSI yang sebenarnya!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-7590671854206112611?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/7590671854206112611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2010/10/kurikulum-qu-apa-sekarang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/7590671854206112611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/7590671854206112611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2010/10/kurikulum-qu-apa-sekarang.html' title='Kurikulum qu Apa Sekarang???'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-8857688265074675718</id><published>2010-08-15T23:06:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T23:10:54.800-07:00</updated><title type='text'>Kreativas Dadakan</title><content type='html'>Kreatif dan inovatif, itulah hal yang terpenting yang harus dimiliki oleh seorang guru. Ilmu kreatif fan inovatif itu tidak pelajaran khusus di sekolah maupun di bangku kuliah. Kedua hal tersebut terbentuk dengan sendirinya. Pengalaman, mungkin itulah yang menjadikan tingkat kreativitas dan cara berinovasi seseorang berbeda-beda. Yach... pengalaman adalah guru yang terbaik. Memang sih, ilmu itu tidak hanya ada di bangku sekolah atau diperguruan tinggi. Ilmu itu sebetulnya BERSERAKAN seperti sampah yang banyak di sekitar kita. Karena seperti SAMPAH itulah, akhirnya kita biarkan ilm-ilmu tidak dimanfaatkan dengan sebaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajar di tempat yang cara hidupkan seperti kota tetapi pola pikirnya masih dangkal ternyata ada manfaatnya juga. Ini adalah pengalaman temen ku yang mengajar di TIK pada kelas 9. Kemarin dia bercerita kalau dia diberi tugas dadakan untuk mengajar kelas 9 pelajaran TIK. Wuihhh... kalau masalah keilmuah TIKnya sihhhh nggak jadi masalah, tapi gimana cara ngajarinnya????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah ku itu blm ada fasilitas komputer sama sekali, kalau pun ada, gimana mo memanfaatkan, wong listriknya aja adanya sore ampek malem jam 11 aja. Emmmm.... tapi karena target pembelajaran tidakbegitu tinggi, ya... temen ku tenang-tenang aja jadinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dilarangnya siswa membawa hapi ke sekolah dimanfaatin temen ku untuk dijadikan fasilitas pebelajaran TIK. HP yang dipunyai siswa-siswa qu lumayan canggih-canggih. Walau kebanyakan made in china, tapi dengan kelengkapan fasilitasnya menjadikan temen qu bernapas lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah dengan fasiltas pinjaman yang lain, leptop pinjam dan card-reader hasil temuan g sejanga di tempat buku, temen qu ngajarin browsing dan mindah file dari leptop ke micro-chip. Hasilnya cukup membuat pembelajaran berjalan lancar dan SANGAT BERMAKNA. Selama ini, pembelajaran TIK hanya difasilitasi 1 leptop aza. Sehingga siswanya antri untuk melihat presntasi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pengalaman ini bisa menjadikan stimulus kretivitas aqu dan temen2 yang laen untuk slalu berkreasi dan berinovasi dalam pembelajaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-8857688265074675718?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/8857688265074675718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2010/08/kreativas-dadakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/8857688265074675718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/8857688265074675718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2010/08/kreativas-dadakan.html' title='Kreativas Dadakan'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-5040482899956597380</id><published>2010-08-13T14:22:00.001-07:00</published><updated>2010-08-13T15:15:53.427-07:00</updated><title type='text'>Kebanggaan Semu</title><content type='html'>“Berlibur” di tanah jawa adalah harapan bagi ku, bukan karena aqu dilahirkan di tanah jawa, tapi di jawa memang lebih banyak ilmu modern yang bisa aqu pelajari. Kesempatan untuk menyelesaikan tugas akhir ku di kota Malang tidak aqu sia-siakan untuk menjelajah keilmuan yang belum aqu jamah. Banyak pengalaman baru yang aqu dapetin saat ini, tidak itu saja, temen baru pun aqu banyak peroleh. Dari hubungan yang terhubung bagai benang ruwet, maupun hubungan yang terjalin sepeti benang layangan yang sedang mengudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman lama pun aku kunjungi satu per satu, teman yang belum aqu tau rumhnya aqu cari dan aqu temui dia. Wuih... Seru lah pokoknya!!! Ha ha ha.... tapi bagaimana dengan tugas di UM??? Ntar kalo dah waktunya, pasti selsai lah...itu pikir ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rejeki aqu dapetin dari banyaknya teman yang tau kalo aku sedang di jawa. Ada temen yang minta bantuan untuk memberikan tambahan belajar ma murid-muridnya. Sempat membuat ku bimbang, apakah tidak membebani aqu nantinya??? Karena dipaksa terus dan aqunya mikir, ini kan rejeki (ha ha ha..) jangan ditolak. Aqu pun ndampingi murid-murid temen ku itu tuk belajar matematika. Predikat “GURU ANEH” pun aqu dapetin dari murid-murid “baru”ku tersebut. Aqu g tau napa banyak melihat aqu sebagai orang yang aneh, malah guru yang aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yach... aqu g mau membedakan antara guru dan murid, aqu cenderung menganggap murid ku seperti temen, g lebih dan g kurang. Aqu dekat sama mreka, bahasa qu jua mirip mereka, aqu ingin tau seperti apa mereka sebenarnya. Aku ingin tau apa aja mreka dapetin dari instansi yang bernama SEKOLAH. Aku ingin tau ilmu apa saja yang sudah mereka kuasa dari instansi KELUARGA yang sudah mendarah daging mualai sejak kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengamatan ku selama ini, KELUARGAlah yang membentuk mereka seperti yang sekarang ini. Hal ini disebabkan karena KELUARGA memberikan ilmunya tidak berhenti pada pengisian OTAK, tetapi HATI mereka juga diisi denga nutrisi-nutrisi yang dipunyai KELUARGA. Kalo nutrisi itu bagus buat sang anak, maka anak tersebut akan menjadi murid yang baik di SEKOLAH, begitu pula sebaliknya. Tetapi mengapa anak di KELUARGA bersifat baek, tetapi di SEKOLAH bejat??? Itulah hal-hal yang tidak diketahui oleh orang tua. Orang tua merasa sudah memberikan yang terbaik, tetapi sebetulnya mereka mengurung singa yang kelaparan di dalam kandang baja. Sehingga ketika anaknya keluar rumah, dia akan menjadi beringas dan lepas dari kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqu tidak ingin sekolah menjadi PENJARA bagi generasi penerus bangsa. Aqu ngin ngasih kebebasan yang terarah, kesempatan untuk berkreasi dan berinovasi yang terkontrol dengan rasa kemerdekaan di hati mereka. Aqu g ngin mereka hanya bisa hitung-hitungan tapi tidak tahu makna ada yang terdapat dalam hitungan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana adalah ketika aqu mengajar menghitung volume bola. Murid-murid bisa dengan cepat bisa menyelesaikan 5 soal, padahal aqu blm mengajarkan rumus volume bola. He he he... hebat kan murid ku???? Karena mereka udah dapet rumus itu di SD. Tapi ketika aqu memberikan bola yang terbuat dari plastik dan meminta untuk menentukan berapa volume bola tersebut. Aqu sangat kaget, hampir bersamaan mereka menjawab, TIDAK BISA!!! Wah.... bisa-bisa mereka dimarahin ama salah satu kandidat PILPRES tu... yang punya motto BISSSAAAA!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yach... itulah pendidikan kita saat ini, masih banyak sekolah yang mengajarkan materi pelajaran tanpa MAKNA. Ada lagi materi yang perlu disadari oleh guru, bahwa pelajaran itu akan MEMBUNUH kreatifitas murid-muridnya. Dari pengamatan ku selama menjadi guru, hampir semua siswa di sekolah menyelesaikan hitungan perkalian menggunakan perkalian bersusun. Tidak hanya di Jawa, siswa di Kalimantan tengah pun menyelesaikan hitungan perkalian menggunakan TEKNIK BERSUSUN. Tidak jauh beda dengan teknik-teknik berhitung lainnya, mereka melakukan dengan cara yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyeragaman cara berpikir seperti ini akan membahayakan masa depan mereka dan negeri ini. Negeri ini tidak akan menerima cara berpikir yang heterogen dalam menyelesaikan masalah. Dan barang siapa yang berbeda, bisa jadi dia kan DISINGKIRKAN untuk selama-lamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga buku paket yang digunakan murid di sekolah lebih bisa membentuk karakter generasi penerus bangsa untuk menjadi pemimpin yang selalu kreatif dalam menyelesaikan masalah dan berinovasi untuk membangun negeri ini. Sehingga akan menjadikan Indonesia yang berjaya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ketinggalan, murid les ku juga tidak menyia-nyiakan kepulangan ku ke Jawa. Mereka menghubungi ku tuk minta les lagi. Weleh weleh weleh .... rejeki tu g kan kemana ya.... (sombong dikit boleh dunx..) lagi-lagi karena dipakza, aku pun nuruti, paling tidak untuk memotivasi dia aja. Satu kali pertemuan langsung diitung 4 jam.... wehhhh... mabuk aqu ngelesi dia, yang bosen les bukan muridnya, tapi malah guru yang jenuh. Ngelesi hanya duduk dan bengong aja. Muridnya ngerjain soal-soal sampai 4 edisi gak ada kesulitan.... wuihhh... pinter emang dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan mendadak membuat qu mengerutkan dahi. Sang murid minta les karena dia masuk semifinal olimpiade sain, dan dia kebagian pelajaran matematika. Mampus aku.... stok soal ku udah abis, semua buku ku ada di Kalimantan. Dengan setengah hati aqu berangkat ngelesi, lagi-lagi niatnya hanya untuk memotivasi dia aza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil... dia masuk final dan juara I, wuihhh... hebat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapa yang hebat??? Gurunya, guru lesnya, orang tuanya, atau anaknya???? Bingung aqu menentukannya. Yang jelas dia mengatakan kalo dia tetep mau les ma aku n kalo bisa aqu jangan balik dl ke Kalimantan, wehhh... iki yo aku seneng, tapi tanggung jwab ku tuk ndampingi anak-anak Kalimantan e....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut kah aqu bangga atas bimbingan ku terhadap dia??? Aqu g tau, yang jelas, kl aku bangga pada diri ku, itu adalah kebanggaan yang SEMU.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-5040482899956597380?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/5040482899956597380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2010/08/kebanggaan-semu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/5040482899956597380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/5040482899956597380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2010/08/kebanggaan-semu.html' title='Kebanggaan Semu'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6057503917115051848.post-8942525491589626561</id><published>2010-04-27T20:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T14:55:18.591-07:00</updated><title type='text'>Catatan Pertama qu</title><content type='html'>Ini adalah catatan pertama qu di blog ini. Saat nulis catatan ini aqu lagi berkarya, "mbimbing murid-murid qu ngerjain soal Olimpiade Matematika (OM)". He he he... berkarya kok sambil ngajar... ya.... cari suasana yang laen lah... mikir soal OM bikin murid-murid qu puyeng... kasian se... tapi gimna lagi, biar meraka pinter kok... aqu ngisi blog aja lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulo Borneo... daratan yang sudah ada di angan-angan qu sejak kecil. Sekarang barulah terjadi. Aqu hijrah ke pulo Borneo ini tanpa ada persiapan yang matang, semua berjalan begitu saja. Bulan Juli 2009, aqu dapat tawaran untuk mengajar di salah satu kampus di suatu kabupaten baru di Propinsi Kalimantan Tengah. Mumpung ada kesempatan aqu beranikan diri untuk mencari info yang lebih pasti. Info tersebut aqu dapatkan dari salah satu dosen favorit saya di kamupus tercinta, Universitas Negeri Malang. setelah aqu telusuri, ternyata sumber informasi berasal dari salah satu Profesor jurusan Bahasa Inggris UM. setelah ada kesempatan, Beliau bersedia untuk aqu temui dan memberikan informasi yang masih mengambang. Selanjutnya, aqu mengajak beberapa teman yang dekat dengan saya. hampirsemua teman merasa taku untuk berangkat,hal ini disebabkan informasi yang saya berikan masih mengambang semua. Tidak semua pertanyaan teman-teman yang bisa aqu jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama surat lamaran kerja saya ditanggapi oleh pihak yang memberikan informais itu (karena saya belum tau pasti siapa yang akan memberikan kebijakan masalah tersebut). Pada awal bBulan Oktober 2009, baru ada berita tentang kelanjutan informasi tersebut. seseorang yang mengaku PR 2 (pembantu Rektor 2) UNDA (universitas Dawan Ali) yang berpsoisi di Kabupaten Seruyan (aqu kurang tau UNDA itu di Sampit atau di Seruyan, karena sampai sekarang masih simpang siur masalah SK pendirian kampusnya) menghubungi aqu dan menanyakan tentang kemantapan saya berangkat ke pulo Borneo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 30 Oktober 2009, aqu berangkat ke pulo Borneo. Aqu berangkat dari bandara Juanda Surabaya, dan ternyata di sana sudah ada rombongan 14 orang yang akan berangkat ke tujuan yang sama. Aqu, kang rofiq, kang yudi, kang adi, kang yanu, kang agus, kang wahyu, kang ...., mbakyu ive, mbakyu indah, mbakyu santi, mbaknyu tinuk, mbakyu winda, mbakyu alfi, itulah anggota seperjuang tapi tidak senasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal pemberangkatan yang dijawadkan pukul 08.00 pagi ternyata diundur sampai pukul 14.00. Waktu yang cukup untuk membuat orang marah-marah. Ditambah lagi tujuan pemberangkatan kami yang masih buta karena tidak pernah ada yang tahu tujuan kami yang sebenarnya. Aneh yach.... g jelas tapi nekad ja tuk berangkat... emmm memang semua yang mo brangkat ini adalah orang-orang yang nekad. walau pun kami didampingi oleh PR 4 UNDA, tetapi kami belum tenang juga. Bagaimana tidak, kami udah meninggalkan semuanya di Jawa. Pekerjaan yang udah mulai menanjak naek, keluarga begitu menyayangi kami dan semuanya deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang tak akan terlupakan, ternyata Indonesia memang kaya, itu DULU. Sekarang tinggal sejarahnya. Hampir semua hutan hanya ilalang, pohon besarnya udah habis, paling-paling pohon sebesar paha saja yang ada. di Kota Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kami terdampar......&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6057503917115051848-8942525491589626561?l=catatanquh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanquh.blogspot.com/feeds/8942525491589626561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2010/04/catatan-pertama-qu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/8942525491589626561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6057503917115051848/posts/default/8942525491589626561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanquh.blogspot.com/2010/04/catatan-pertama-qu.html' title='Catatan Pertama qu'/><author><name>jsuwarno</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17847411315625046766</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Q-rNqbkZwDk/SasDSq5LepI/AAAAAAAAAAM/3xul33lji7w/S220/DSC094651.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
